Facebook

Artikel islami dan hikmah

__________

MENOLAK KEBOHONGAN DAN KABAR DUSTA
__________


”Hai orang-orang yg beriman! Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dgn teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yg menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu.”

Suatu ketika Ummul Mukminin Aisyah mengikuti Rasulullah dalam sebuah ekspedisi utk menyerang Banul Musthaliq yg berlokasi di dekat kota Mekah.

Dalam perjalanan pulang rombongan berkemah di dekat Madinah. Dalam kesempatan itu Aisyah keluar dari kemahnya untuk membuang hajat di suatu tempat.

Setelah memenuhi hajatnya, putri Abu Bakar ini kembali ke kemah dan langsung masuk ke dalam sekedup yg berada di atas punggung untanya.

Menjelang rombongan berangkat Aisyah merasa kehilangan kalung yg tadi dipakainya saat membuang hajat. Serta-merta beliau turun dari unta dan berusaha mencari-cari kalungnya yg hilang di kegelapan malam.

Pada saat itulah rombongan tentara Rasul meneruskan perjalanan pulang ke Madinah. Para pengawal Aisyah tak menyadari kalau istri Rasul tak berada di dalam sekedupnya lagi. Ini disebabkan oleh karena pelangkin itu begitu rapat.

Unta itu berangkat ke Madinah dengan sekedup kosong sedang Aisyah tertinggal di tempat semula. Akhirnya Aisyah hanya berbaring di tempat itu berselimutkan kainnya sambil pasrah kepada Allah dan berharap rombongan yg menyadari ketiadaannya bakal kembali.

Untunglah ada Shafwan bin al-Mu’aththol yg juga tertinggal karena sedang mengurus suatu keperluan. Ia menemukan istri Rasul secara tak sengaja. Akhirnya Aisyah dipersilakan naik untanya dan dituntunnya unta itu ke Madinah sambil mengejar rombongan Nabi.

Walau berusaha mengejar ternyata rombongan Nabi tak dapat tersusul. Kedatangan Aisyah bersama Shafwan itu menimbulkan rumor. Oleh Abdullah bin Ubay tokoh yg dikenal penyebar kabar bohong rumor itu semakin disebar luaskan. Di masyarakat akhirnya santer terdengar kabar bahwa Aisyah melakukan penyelewengan.

Hampir saja terjadi disintegrasi nasional gara-gara berita bohong ini. Sebab dua suku terbesar di Madinah yaitu Suku Aus dan Khazraj saling membela mencurigai dan menuduh. Suku Aus membela martabat dan kesucian Aisyah sementara suku Khazraj membela Abdullah bin Ubay krn dia berasal dari suku itu.

Untungnya Rasulullah cepat bertindak menengahi pertikaian dua suku yang sebelumnya sudah menjadi musuh bebuyutan ini. Rasullullah saw ber tabayyun/minta penjelasan kabar itu langsung pada Aisyah. Dan ternyata hanya isu.

Cara Rasulullah saw menangani kabar bohong itu adalah teladan bagi kita di saat masyarakat dijejali oleh rumor isu dan desas-desus yg memecah-belah dan mengadu-domba umat.

Melakukan tabayyun melakukan uji kebenaran dan cek ulang adalah cara utk menghindari terjadinya kesalahan pengambilan keputusan. Betapa pentingnya berhati-hati menerima informasi dari manapun datangnya, dan lakukanlah tabayyun (meminta penjelasan) dari fihak yg dituduhkan berbuat salah. Ini pelajaran yg sangat bagus. Wallahu a'lamu.

Diposting oleh

Bagikan


Facebook.com
Aburisalah.hexat.com

pacman, rainbows, and roller s